Juraganfoto's Blog

Tentang Sepak Terjang si Juragan Foto

About Me

Gw mulai kenal dengan kotak hitam bernama “Kamera” sejatinya sejak duduk di bangku SMP, sekitar awal tahun 90-an. Bapak gw yang mengenalin, karena dia seorang hobiis fotografi. Pertama yang diperkenalkan brand Ricoh, tapi gw dah lupa tipenya.

Dari Ricoh itu gw belajar focusing, yang masih manual. Juga kenal sama yang namanya light meter, diaftragma, ISO, film dan sebagainya dan sebagainya. Setelah cukup menguasai, akhirnya Bapak menurunkan kamera andalannya, Ricoh A100 dengan lensa 50mm f/4, 70-150mm f/4 macro dan 200mm f/5,6 kalo ga salah inget. Mulailah gw rajin motret sana sini, pada saat SMA di Pekan Baru, Riau.

Masuk dunia kuliah di Bandung, nambah lagi belajarnya sama adik bungsunya Bapak. Namanya Indra, tapi biasa manggil Mas Ade. Lumayan juga cobaannya pada saat ini. Selalu di rendah-rendahin karena kamera yang gw pake. Mas Ade selalu membanggakan Nikon F3 nya yang sudah lengkap dengan motor drive, auto film rewinder dan sederet lensa juga flash light tentunya.

Ketika ngeluh ke Bapak mengenai hal ini, langsung mengirimkan dari Riau, asesoris yang dia miliki. Motor drive, Flash Light Metz, sama Hammer Flash Light Metz. Sekali lagi, gw lupa tipe setiap Metz yang dikasih. Ternyata Bapak punya itu semua, tapi kenapa di sembunyiin yah ?

Mulai kedongkrak lagi semangat belajarnya. Truz mas Ade ngenalin gw ke temennya, Adya, anak salah satu dari personil BIMBO. Dari dia, gw belajar filosofi motret dan akhirnya ngebantu nyelesein skripsi gw yang judulnya “Peranan Pornografi Dalam Seni Foto Nudis”. Studi kasusnya adalah foto cover majalah Popular, modelnya Sophia Latjuba.

Belajar lagi dari temen-temen Mas Ade, yang gw dah ga inget semua namanya. Bobby, Insan dan semua yang gw dah agak-agak lupa. Mulai dari available light photography, Using Flash Light, Black & White Photography and Darkroom. Juga belajar mengenal alat-alat studio dan pencahayaan.

Lulus kuliah, keterima kerja di majalah FotoMedia, Kompas Gramedia Group, makin banyak ilmu yang diterima. Tapi tetep setia dengan Ricoh A100-nya Bapak. Walaupun ada kamera kantor, Nikon F90X. Di situ, saya belajar menulis jurnalistik, pendalaman Studio, sampai akhirnya dengan bangganya membawa DSLR Canon 1D milik kantor.

Selama bekerja 1,5 tahun disana, banyak mengenal fotografer profesional dan fotografer senior Indonesia. Mulai dari Pak Gun, Mas Bain, Mas Ferry, Bang Yos, Bang Tigor, Mas Caca  dan masih banyak lagi. Juga dengan fotografer muda seperti Anton, Heret juga sederet nama lainnya.

Yang mengesankan, liputan kepulangan Leonardi. Mewawancarai para tokoh tokoh foto Indonesia senior, PAF, SFI… Pengalaman sekali seumur hidup !!

Itulah perjalanan gw dalam mengenal dunia fotografi yang lebih luas. Perjalanan pembelajaran inilah yang mau gw bagi ke setiap orang yang senang dengan kotak hitam bernama “Kamera” ini. Harapannya sih bisa lebih banyak belajar dan lebih banyak berbagi pula…

bahan : dari berbagai sumber

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.