Sejarah Fotografi Indonesia
Tidak ada catatan tertulis yang mengatakan dengan tepat berapa jumlah Klub Foto Amatir di Indonesia setelah Proklamasi Kemerdekaan tahun 1945 hingga terbentuknya:
1. G A P E R F I
Merupakan singkatan dari Gabungan Perhimpunan Seni Foto Indonesia, didirikan pada tahun 1953 dengan ketuanya Mayor R.M. Soelarko.
GAPERFI adalah sebuah perhimpunan dari berbagai Klub Foto pada awal berdirinya di tahun 1953, memiliki anggota 7 Klub Foto. Pada tahun 1956 jumlahnya telah membengkak menjadi 13 Klub Foto yang berasal dari seluruh Indonesia.
Tanpa menemui halangan yang berarti, GAPERFI yang telah berhasil melakukan dua kali kongres pada tanggal 28 – 30 Oktober tahun 1955 di Semarang dan pada bulan Juli 1956 di Bandung, adalah murni merupakan gabungan dari seluruh perkumpulan atau klub foto di seluruh Indonesia.
Dalam usianya yang sangat singkat (1953-1957) GAPERFI sempat mengukirkan saat-saat bersejarah dan indah dalam dunia fotografi di tanah air kita, yaitu dengan mengadakan “Salon Foto Indonesia I” pada tahun 1956, atau yang dikenal dengan nama 1st International Photosalon of Indonesia. GAPERFI juga sempat menerbitkan majalahnya yang bernama “KAMERA” – Madjalah Untuk Penggemar Foto – yang mana telah terbit untuk pertama kalinya pada bulan Februari 1956. KAMERA adalah majalah “bulanan” foto pertama di Indonesia. Sayang hanya sanggup terbit sekali saja.
2. PAF BANDUNG
Sejarah Fotografi Indonesia mencatat bahwa Persatuan Amatir Foto (PAF) Bandung yang lahir pada jaman penjajahan kolonial Belanda yang berdiri pada tanggal 15 Februari 1924, jauh sebelum Perang Dunia II, adalah sebuah Klub Foto Amatir pertama dan tertua di Indonesia. PAF menjadi anggota GAPERFI pada tahun 1954.

Sejarah Fotografi
Perkembangan Fotografi
Fotografi adalah bagian dari perkembangan seni rupa. Dimana seni rupa berawal dari goresan-goresan di dinding gua atau batu pada jaman manusia purba. Yang kemudian berkembang menjadi lukisan di media yang sama, ditambah pada kulit hewan. Inilah yang dinamakan dengan seni lukis yang terus berkembang pada saat ini. Dengan perkembangan kualitas pemikiran karena penambahan volume otak manusia, maka kemudian manusia dapat menciptakan patung yang kemudian disebut dengan seni patung.
