Juraganfoto's Blog

Tentang Sepak Terjang si Juragan Foto

Photo Composition Rules 1

Apakah foto itu? itu adalah sebuah cerita. Apakah cerita itu? Merupakan sebuah rangkaian dari beberapa kalimat. Ya, cerita mempunyai persamaan dengan fotografi. Untuk membuat sebuah foto, tidaklah cukup hanya merekam sebuah gambar atau sesuatu hal. Impresi pertama yang harus dibuat adalah mengatur keseimbangan komposisinya, karena foto harus bisa bercerita.

Untuk menumbuhkan tingkatan ekspresi dalam foto yang dibuat, gunakanlah aturan atau paham komposisi ketika mengambil foto atau modelnya.

Rule of Thirds

Hal ini berdasarkan bahwa kenyataan bahwa mata atau sudut pandang kita selalu membagi katakanlah 1 halaman menjadi 2-3 bagian. Mudahnya, aturlah foto yang akan dibuat sebisa mungkin objek utamanya terletak di sekitar pertemuan sepertiga tersebut. Contoh :

Rules of Third 01

Foto landscape-mu akan terletak secara optimal ketika dilihat mata bila kamu mengapliksi Rule of Thirds dalam meletakkan garis horizon. Misalnya bila objek foto adalah air atau permukaan tanah, maka garis horizon biasanya diletakkan sepertiga di atas atau di bawah. pembagian mana yang lebih besar tergantung bagian yang kamu anggap paling menarik. Seperti foto dibawah ini :

Rules fof Thirds 02

Golden Section Rules

Dengan berkembangnya penikmatan seni, telah ditemukan komposisi yang secara akan otomatis menarik perhatian penikmat seni, dalam hal ini foto. Persamaannya, banyak dari pemandangan atau objek foto yang sengaja dibikin sudah mengandung komposisi yang menarik, sengaja atau tidak. Leonardo da Vinci menyelidiki prinsip yang mendasari beauty dan harmony disebut Golden Section. Walaupun sejarah mencatat, sebelum da Vinci, prinsip ini telah diterapkan terlebih dahulu oleh bangsa Babylonia, Mesir dan Yunani kuno dalam arsitektur dan kesenian mereka.

Gampangnya, bagi foto mu jadi 9 bagian, yang dipisahkan oleh 4 garis. Setiap garis dibuat sedemikian rupa sehingga tiap bagian kecil berhubungan dengan foto secara keseluruhan. Intinya yaitu pertemuan setiap garis disebut Golden Point of the Picture.

Golden Section

Diagonal Rules

Dari judul kecil diatas pasti dah ngerti maksudnya. Tapi tambahannya masih berhubungan sama Rule of Thirds. Jadi bukan diagonal dari pojok ke pojok. Setelah pembagian seperti diatas, dua pertiga bagian atas dan bawah masing-masing mejadi titik awal dah akhir diagonal.

Diagonal Rules

Elemen lurus seperti jalan, aliran air atau sungai dan sebagainya dapat diletakkan diagoal. Akibatnya akan membuat tampilan lebih dinamis.

Diagonal Rules 02

D Composition Rules

Cara pandang untuk sebuah foto terbagi 2 macam. Secara 2 dimensi dengan warna atau 3 dimensi yang telah dipadatkan menjadi 2 dimensi dalam foto. Beberapa jenis foto (makro, jarak fokal yang panjang atau Depth of Field yang pendek) cenderung membuat foto 2 dimensi. Foto lainnya, kebanyakan menggunakan wide angle dan Depth of Field yang dalam, memerlukan perasaan 3 dimensional yang kuat untuk mengeluarkan atau merasakan maksud pembuatan foto tersebut.

Rules of Thirds: Sampai saat ini, merupakan komposisi terbaik yang pernah ada. Bila kamu membagi foto menjadi 3 bagian, letakkan object of interest di pertemuan garis ketiga, baik diatas ataupun dibawah.

D Composition Rules 01

Dengan kata lain, tidak akan meletakkan objek utama di tengah foto.

Disappearing Lines into Corners: Bila terdapat elemen garis yang dominan atau kuat, coba untuk membuatnya seolah menghilang di sudut foto. Karena bila garis tersebut terpotong di tengah, akan membagi foto menjadi 2 bagian. Dan bila membuatnya hilang di sudut, pengaruhnya akan memperkuat komposisi.

Disappearing Lines

Disappearing Lines 02

Efek ini biasanya berhasil ketika terdapat jalan atau rel. Benda-benda itu akan mengundang penikmat foto untuk dapat merasakan perasaan yang sama seakan berada di dalam foto tersebut.

Use “S” Curves

Selain garis, pada kenyataannya sangat banyak yang menikmati dalam mengikuti bentuk kurva “S”. Teori ini kebanyakan berhasil dalam melakukan pemotretan dengan objek air, jalan dan silhouettes of people. Tidak harus seperti “S” beneran, tapi bentuk sebaliknya ataupun bentuk “Zig-zag” yang kuat juga dapat berpengaruh.

Use "S" Curves

Hal ini dapat dikombinasikan dengan Disappearing Lines sehingga akan berakibat menimbulkan efek yang tentu lebih kuat lagi.

Advertisement

June 24, 2009 - Posted by | Belajar Fotografi

5 Comments »

  1. ini fotonya kakak yang foto sendiri?
    Ajarin caranya dong…

    Comment by Wilson Wu | October 15, 2009 | Reply

    • kan gw dah ngajarin… cuma lw nya aja kurang totalitas. Ivo dah lebih bagus tuh, soalnya sering motret. Kamu kalo mau jago motret, harus sering latian… harus sering motret.

      kalo ini, bukan foto-foto gw, tapi gw ngambil tuk contoh foto aja biar lebih gampang ngerti..

      Comment by Juragan Foto | October 18, 2009 | Reply

  2. jadi fotografer yahud memang harus banyak belajar dan jam terbang yang tinggi. mengakui hasil karya orang lain. mau dikritik dan karya foto kita bisa menjadi kelas dunia. Ngliat foto dengan komposisi begitu jadi ingin hunting. gemess deh!

    Comment by Sugiarto spd | September 8, 2010 | Reply

    • Betul… beberapa foto saya ambil dari internet, beberapa karya adik saya yang mendalami ilmu fotografi juga dan sekarang menjadi pengajar di Bandung, juga tentu saja karya saya.. Masa saya ngajarin mereka tapi ga punya foto bagus.. bisa diketawain sama murid” ntarnya.. hahaha !!

      Comment by Juragan Foto | September 8, 2010 | Reply

  3. [...] Photo Composition Rules 1 June 2009 4 comments 3 [...]

    Pingback by 2010 in review « Juraganfoto's Blog | January 5, 2011 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.