Photo Composition Rules 2
Dari bahasan sebelum ini, Photo Composition Rules 1, sekarang membahas beberapa point penting dalam berkarya dan menghasilkan foto yang berseni. Setidaknya foto yang dihasilkan harus berhasil memukau mata para penikmat foto. Langsung saja…
Monotonous Content:
Beberapa imaji dapat berubah menjadi jigsaw puzzle, artinya mengandung banyak objek yang serupa. Tapi dengan pemilihan detil yang jeli, maka otak akan menemukan bahwa dalam foto itu terdapat sesuatu yang spesial.

Photo Composition Rules 1
Apakah foto itu? itu adalah sebuah cerita. Apakah cerita itu? Merupakan sebuah rangkaian dari beberapa kalimat. Ya, cerita mempunyai persamaan dengan fotografi. Untuk membuat sebuah foto, tidaklah cukup hanya merekam sebuah gambar atau sesuatu hal. Impresi pertama yang harus dibuat adalah mengatur keseimbangan komposisinya, karena foto harus bisa bercerita.
Untuk menumbuhkan tingkatan ekspresi dalam foto yang dibuat, gunakanlah aturan atau paham komposisi ketika mengambil foto atau modelnya.
Rule of Thirds
Hal ini berdasarkan bahwa kenyataan bahwa mata atau sudut pandang kita selalu membagi katakanlah 1 halaman menjadi 2-3 bagian. Mudahnya, aturlah foto yang akan dibuat sebisa mungkin objek utamanya terletak di sekitar pertemuan sepertiga tersebut. Contoh :

Exhibiton
Tanggal 8 – 12 Juni 2009, menjelang penerimaan rapot akhir tahun, Club Fotografi SMA St. Laurensia Alam Sutra mengadakan pameran singkat fotografi. Pameran gabungan bersama seni keramik dan lukis dengan tema besar “Save The Earth” mengambil tempat di Colombus Hall lantai dasar.

Tujuan Utama club fotografi berpartisipasi di acara ini tak lain sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian alam juga membagi rasa dan sense of art kepada semua penikmat seni foto. Selain itu, pameran foto dengan total 12 karya ini mengedepankan kemampuan anggotanya yang memang masih sedikit, tapi dengan solid dan kompak dapat membuat dan mensukseskan acara kali ini.
Para anggota club ini adalah anak didik gw, kalo menurut dealing dengan pihak sekolah dan yayasan. Tetapi, gw cenderung mengatakan bahwa mereka lebih cocok sebagai junior. Karena kebetulan ajah gw sedikit lebih dulu belajar and kenal kamera. Sesuatu yang selalu gw tekankan, sehebat apapun mereka menguasai kamera atau semahal apapun gadget yang digunakan, kalo tidak memahami eksistensi fotografi, tidak mungkin dapat berkarya dengan bagus. Jangan pernah mendewakan alat…
Choosing a Camera Category
Sampai saat ini, kamera digital dapat dibedakan berdasarkan beberapa kategori, berdasarkan resolusi sensor. Awal kamera digital ini, hanya mempunyai sekitar 1,3 MegaPiksel (MP) saja. Untuk pemakai tingkat intermediate sekitar 2 MP, sementara tingkatan paling canggih untuk profesional sekitar 3,3 MP, yang harganya sangat mahal.
Kemudian harga dari sensor yang menentukan nilai kamera ini turun dengan drastic, sehingga dengan mudah kita menemukan kamera digital kompak (poket) dengan harga relative murah dengan 4 – 5 MP. Sekarang jajaran dari kategori kamera digital sangat samar. Walaupun begitu, sangat berguna untuk membagi dari kategori yang ada. Beberapa kategori itu adalah :
Basic Point-and-Shoot Models
Digital Camera
Seperti kamera konvensional, kamera digital dapat dibagi menjadi 3 kategori
• Kamera Kompak (Poket)

Basic Camera Function
Hot Shoe
Fungsinya adalah sebagai dudukan atau alas untuk flash light (lampu kilat) atau asesoris dan perlatatan lainnya yang/akan diletakkan di bagian paling atas atau samping dari badan kamera.


